
1 Komentator ^^
Posted in
Labels:
Copasus

0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
CAhaya Hikmah..,
Cahaya Legend
FYI saat ini aku sedang menjalani praktek profesi keperawatan di RSJ Padang. Minggu pertama adalah dinas di poliklinik ruang anak remaja dan poli rawat jalan. Entah darimana datangnya, tetiba ada seorang pasien Jiwa yang sudah mulai sembuh datang bermain-main(?) ke ruang poli Anrem. Dan kemudian berbincang-bincang dengan salah seorang mahasiswa keperawatan di sana. Dari gestur dan gaya berbicaranya, aku sudah menduga ia salah seorang pasien di sini, walaupun tampilan berbusananya tidak sama dengan pasien umum di bangsal-bangsal.
Tanpa kuminta, mahasiswa keperawatan *yang duduk di dekatku* langsung bercerita jika pasiennya itu adalah mahasiswa juga. Sekarang sudah cukup sembuh dan ternyata dia dulunya seorang aktivis kampus.WOW! #kaget #surprise. Ia pintar, dan senang menyapa perawat dengan bahasa Arab dan Inggris. Jika ada yang tidak mengerti dengan bahasa arab yang diucapkannya, dengan senang hati akan diajarkannya.

Hari berikutnya, pasien itu kembali bermain-main ke ruang Anrem, dan demi melihat jilbabku *yangMenutupiSampaiBatasAbdomen* ia terlihat terkesima dan spontan menyapa: “Kakak ukhty ya?? Jilbabnya dalam. Khaifa haluk kak??”. Aku yang tiba-tiba disapa kontan kaget namun beberapa saat kemudian bisa menguasai keadaan. Ia mulai sok akrab bertanya aku anak forum atau bukan, kemudian tanpa ditanya ia mulai bercerita kalau dia di kampus juga aktif di Forum sebagai anggota Departemen Syiar Islam. Oh ya??? Aku mulai tertarik mengetahui kisah-kisah pengantar kenapa kemudian ia bisa masuk ke RS ini. Kami tak lagi berkomunikasi sebagai perawat dengan pasiennya, tetapi sebagai seorang kakak dan adik.
Karena dia mengatakan dulunya anggota Forum, untuk meyakinkan, aku menanyakan beberapa nama teman dan adik kelasku yang kutahu aktif juga di forum yang sama. Wew…. Dia mengenalnya sodara-sodara! Bahkan sudah menjadi teman dekat dan salah satu nama yang kukenal lewat fesbuk ternyata pernah menjadi murobbiynya. Yang menggelikan dari pertemuanku dengan pasien ini adalah ternyata kami memiliki mutual friend yang cukup kukenal di FB.
Haha… selanjutnya obrolan kami terkait masalah kegiatan forum. Sayangnya, ia sedikit memiliki waham kebesaran dan kadang suka berhayal dirinya adalah seorang tokoh pembela Islam *yangNamaNyaKulupa*. Dan tentu saja kami beramai-ramai kembali mengorientasikannya kepada realita. Hoho…
Dengan lucunya, ia mengajak berkenalan beberapa teman perempuanku dan bersalaman. Demi melihatku yang melototinya, ia meminta izin,”Gak apa-apa kan kak?” Tentu saja aku menggelang dengan arti: tidak boleh! Kemudian dia membela : “Tapi kakak ini gak tau kak” *maksudnya ia mengatakan temanku tidak tahu tentang hukum bersalaman antara laki-laki dengan perempuan itu adalah dilarang. “Tapi kamu kan tahu dan ngerti”. Hahah… tidak bisa disalahkan juga, walaupun ia seorang pasien, tetapi bagiku ia tetap seseorang yang paham agama dengan baik. Bagiku wajib untuk memperlakukan semua orang sebagai seseorang yang normal. Walaupun ia belum sembuh total, tetapi pemahaman agamanya cukup bagus.
Selanjutnya, dia yang menegurku,”Kak Aini, habiskan makanannya, mubazir lo kak!” “Ehh kakak masih Liqo’kan???” *jleb* Dia adalah pasien kedua yang membicarakan tentang Liqo kepadaku. Dulu juga pernah ada pasien yang menanyakan hal serupa gegara jilbab yang kukenakan (cek postingan INI) . Emang Hijab sesuatu yahhh ^^
Hah! Ini kejadian kesekian kalinya dalam hidupku dimana aku menemukan teman-temanku di dunia maya dengan cara yang unik di dunia nyata. Dan di RSJ ini salah satunya.
Selain dengan pasien Jiwa ini, aku juga menemukan seorang teman lain yang sempat kukenal di dunia maya melalui FB dan Blog, seorang anak Farmasi Unand yang juga dinas praktek profesi apoteker di RS ini. Pertemuan kami terbilang unik dan membuat surprise. Yah, semacam ada feeling kali ya. Kami bertemu di Mushola dan aku sempat ingin meminjam Mukenanya, melihat tampilannya, aku sudah berpikir “kemungkinan besar aku kenal nama ini orang” Yak, kenal nama doang. Maklumlah, aku juga tidak terlalu mengenal wajah sahabat-sahabat akhwat mayaku karena kalau akhwat kan jarang mamerin potho gitu yah. ;p Dan kami sebelumnya memang belum pernah bertemu.
Karena masing-masing kami sedang tidak pakai nametag, makanya belum saling sadar. Sampai akhirnya teman-teman sekelompok profesiku bersorak-sorak memanggil namaku,"Aini...Aini itu ada oleh-oleh dodol kentang,nanti ambil ya" "Aini...Aini, udah di print absen kita? Dan demikianlah… akhirnya ia duluan yang mengenaliku…
“Aini…????” *dejavu*
*kulirik nametagnya*
“wahhhhhh….ini ….“ bla bla bla…
Selanjutnya kami saling tertawa akrab, tidak menyangka ternyata telah mengenal di dunia maya. Komentarnya: "Cuma kenal Aini lewat FB dan tulisan blog eh gak taunya ketemu di sini... :D" "Diriku juga tidak menyangka teman.... Penasaran juga ingin lihat wajahmu secara langsung. Sekarang tertuntaskan sudah rasa penasaran itu"
Demikianlah… kamipun dipertemukan di tempat ini. Dramatis memang. :D Selama ini biasanya aku sering bertemu secara tidak sengaja dengan teman-teman dunia maya di agenda-agenda kampus atau walimahan, atau acara gathering teman-teman… eeehhh… ini ketemunya malah di Rumah Sakit. Rumah Sakit Jiwa lagii… sesuatu yeeee... hehehe
Ternyata benar. Dunia itu selebar layar LCD Jendral…!! :D

0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
CAhaya Hikmah..,
Cahaya Legend
Ini kisah tentang keponakan pertamaku, si Rafif Naufal Fadhillah, yang namanya sudah kutemukan sejak ia berumur 7 bulan di kandungan ibunya. Nama *yang menurutku cantik untuk ukuran bayi lelaki* ini kutemukan dari hasil penjelajahan dan “mausai-usai” buku nama-nama anak di GM (Gramedia Padang) bersama dua rekan menggajeku di GM Mbak dan Nami. Walau sempat dipelototin sama mbak-mbak yang mengawasi buku, akhirnya bisa menemukan beberapa nama cantik juga :D . Aku sendiri tidak tau kalau nama yang dipilih emaknya si Rafif ini adalah hasil pencarianku di GM sampai akhirnya kakak iparku mengatakan ini salah satu nama yang pernah kukirim ke uda via sms. ihiyyyy #bukanIniYangInginKuceritakanSebenarnya. (=..=)”
Berkat kejadian menunggu kelahiran Rafif ini, aku jadi semakin menyadari posisiku sebagai seorang wanita dan sebagai seorang sarjana keperawatan *nah lo*. Sama seperti emak dan bapaknya, aku juga turut berpusing-pusing ria (gimana gak pusing tiap sebentar Bapaknya Rafif nelfon konsul perkembangan sang istri) memikirkan proses kelahiran Rafif sampai akhirnya aku yang masih trauma dengan segala sesuatu bernama “maternitas” kembali membuka buku Obstetry karangannya Oom William untuk memastikan teori-teori yang kusampaikan ke uda *untuk menenangkan dirinya yang cemas menunggu kelahiran anak pertama* adalah teori yang benar sesuai petunjuk dari buku kedokteran.
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
CAhaya Hikmah..,
Cahaya Legend
Assalamualaikum Wr.Wb Blogger semua.
Salam manis untuk Anda semua yang masih menyempatkan menghambur-hamburkan waktu untuk sekedar mampir di blog yang kadang hanya berisi tulisna sampah ini #jleb.
Selang beberapa waktu ini sungguh banyak kejadian berhikmah yang sebenarnya sudah sangaaatttt laaamaaa ingin kutulis dan posting disini. Tunggu… tunggu… irama “my immortal” dari HP bututku ini sungguh membuat diriku bergidik tapi kudengar saja sampai habis karena membuat mood menulis semakin baik #yak.
Oke, mungkin postingan kali ini kubuat random saja ya. Mengisahkan beberapa kejadian penting yang kelak harus kuiingat. Tidak akan kukisahkan secara detail menjadi satu satu postingan karena itu akan memakan waktu yang lama dan aku sendiri akan bosan membacanya *apalagi Anda*.

#eeehhh tetapi setelah dicoba nulis ternyata ini postingan jadi 5 lembar halaman Mc.Word…. maka terpaksalah daku akhirnya membagi menjadi beberapa Part :D
*ini note ku yang sempat ditulis di Diary
Sabtu, 31 Desember
Aku berpikir hari ini dan besok akan menjadi hari ter-kere yang pernah ada selama aku hidup di Kota Padang tercinta Kujaga dan Kubela. You Know What? Uang yang tersisa di kantongku saat itu hanya 6500 rupiah sajo… Itu uang membuatku sedikit pusing memikirkan bagaimana cara membaginya sehingga aku bisa bertahan hidup sampai hari Senin pekan depan. Yah, setidaknya uang saku bulananku akan sampai di hari Selasa karena uangku akan dikirim lewat ATM adikku yang saat ini masih berlibur di kampung….. Huahh… kenapa dia harus berlibur di saat-saat seperti ini! Jadi aku kehilangan tempat untuk numpang mengemis jadinya.
Dan lagi-lagi aku hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT. Di shubuh itu aku berdoa semoga Allah mendatangkan rezekiku, mendekatkan jika ia tersimpan di darat atau laut. Ya Allah, aku kelaparan, Bantu Apa ya Allah agar kirimannya bisa sampai dengan selamat tepat pada waktunya. Sampaikan kepada Apa anaknya agak merana saat ini :(
Dan apa yang kemudian terjadi?
Sepagi itu aku sudah mendapat sarapan lontong gratis dari ibu kos. Alhamdulillah banget yah!! ^_^ Nikmat terasa karena aku memang sedang kelaparan. Uang yang tersisa akan kupergunakan untuk membeli bensin saja karena aku harus home visite ke rumah keluarga pasien. Selama dalam perjalanan ini tetiba aku sangat ingin menjadi seorang yang kaya raya, ya aku ingin mejadi KAYA. Setidaknya dengan menjadi orang kaya, aku tidak akan cemas memikirkan nasib pemenuhan kebutuhan, bisa membantu orang lain, bisa bersedekah lebih banyak, dan yang lebih penting bisa memberangkatkan haji kedua orang tuaku.
Yah… keinginan itu kali ini menjadi lebih pasti dan sedikit membuatku mengharu biru meneteskan air mata sembari menunggangi si kuda bermotor ini. Aku yakin kelak akan datang hari dimana aku yang akan memberikan sesuatu untuk kedua orang tuaku. Dan untuk saat ini, aku berharap ada seseorang yang tiba-tiba mmberiku uang gratis. 50 ribu saja cukup. Atau kalau tidak aku menemukan mobil simpan pinjam keliling yang pernah kulihat melintas di jembatan sebelum Alay dan kemudian ia menawariku uang pinjaman. Ahhrrrgghh… apa yang kupikirkan ini. Kuserahkan saja semuanya kepada Allah SWT. Aku yakin rezeki itu sudah ada. Bersabar dan tunggu saja.
FYI, beberapa jam kemudian tetiba ada yang memberikanku uang! Itu beneran uang sodara-sodara. Hehehe…. Tak perlu kuceritakan bagaimana tiba-tiba seorang Bapak yang baik hati itu menganggap aku sudah berjasa kepadanya, kemudian memberikan hadiah sebagai bentuk ucapan terimkasih kepadaku. :D Hadiah itu berbentuk selembar kertas yang walau kubenci kenapa keberadaannya kerap menimbulkan kekacauan namun terpaksa kuterima karena aku memang membutuhkannya. Aku sempat menolak berkali-kali, namun Bapak itu terus memaksa sampai akhirnya aku berpikir, "Oke, ini bukan aku yang meminta kepada si Bapak-bapak, tapi aku minta kepada Allah, dan Dia memberikannya lewat Bapak ini. Sipt, bismillah... aku terima ya Pak". Seumur-umur aku tidak terbiasa meminta uang dan menerima uang begitu saja dari orang yang belum begitu kukenal. Namun aku meyakini ini rezekiku dari Allah.
Haaaaahhhh… Kawan, aku sempat berpikir benar-benar akan terlantar selama 3 hari kedepan, namun bahkan malam itu aku mengantongi banyak makanan dan lauk pauk yang lebih dari cukup untuk kumakan sampai Senin besok. Dan catatan semua itu TANPA AKU MEMINTA-MINTA kepada orang. Semuanya diberikan begitu saja. Pada hari itu aku hanya merajuk-rajuk meminta kepada Allah, dan lewat orang-orang itulah Allah memberikan apa yang kuminta. Benar-benar detail seperti yang kuharapkan.
FYI, uangku tetiba habis bukan karena sering berfoya-foya di kota ini *apa ituh!! * tetapi karena berderet kebutuhan mendadak untuk melancarkan akademik, yang entah kenapa aku tidak mau meminta banyak dari orang tua dan mengorbankan uang saku sendiri walau dengan konsekwensi uang jajan harianku berkurang… ckckckc anak baikkk… #pukpuk
Sejak kejadian ini, keyakinanku akan pertolongan Allah semakin bertambah *ciyeeeehhh… etapi beneran looh ini, bukan sekedar untaian kata-kata “bijak” saja. Namun sudah sering kubuktikan. Di saat saat mendesak yang membuatku sesak karena tidak tahu usaha apa yang bisa kulakukan, dan kemudian aku hanya bisa terduduk mengadu sejadi-jadinya kepada Allah, pertolongan Allah itu NYATA dan benar-benar datang di saat yang tepat.
Allah sungguh baik kan?? :)
nb:
Thanks to : Ibuk Kos yang memberiku lontong super sedap untuk sarapan pagi hari, Bapak-Bapak baik hati yang tetiba memberiku uang di siang hari, dan uda yang memberiku lauk ayam goreng bumbu jatah makan malamnya untukku bawa pulang. Pagi-Siang Malam... nikmat Allah memang sesuatu yahh :D
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
Puisi..
Aku, Mimpi, dan Sejumput Takdir Tuhan
Pernah di suatu ketika aku, kamu, dan kita semua berada dalam masa-masa sulit yang memberatkan.
Dimana peluh beranak pinak membasahi dahi, tangis membuncah menyeruak di kelopak mata, dan hati ketar ketir berteriak galau.
Pernah di suatu ketika aku, kamu, dan kita semua berkata dengan wajah sendu…
“Alangkah rumitnya… alangkah banyaknya rintangan….alangkah sulitnya….”
Pernah jua terlintas di benak, ”Apa aku hentikan saja perjuangan ini?”
Lalu??? Kemudian??
Kitapun saling menguatkan,”Hanya karena itu kau menyerah kawan?”
Kita saling menguatkan meski tak begitu yakin dengan kesanggupan diri dalam menghadapi selaksa badai.
Kemudian mimpi-mimpi itu datang bak cahaya mentari di lembayung senja.
Menjanjikan malam yang menyejukkan, menjanjikan sinarnya sebagai bekal untuk kemudian kembali berjuang.
Dan senyum itu kembali merekah, mengundang sejumput kekuatan untuk tidak “berhenti sampai di sini”
Kemudian sujud dan do’a menjadi hamparan pengaduan untuk mengharapkan Ridho-Nya. Meyakinkan diri terhadap kekuatanNya yang tak terbantahkan lagi…
Demikianlah perjuangan…
Bukan pada sulit, mudah, ringan, berat, bahagia, atau derita dalam menghadapinya.
Namun bagaimana aku, kamu, dan kita tetap berjalan, berjuang, mengahadapi ini semua… Demi goresan sejumput takdir Tuhan nan indah di masa depan kita semua…
“maka selama engkau masih berjalan, bersemangatlah kawan”
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
KaRya,
Puisi..
Ada kalanya Tuhan memberikan kuadrat ujian yang lebih besar untuk saya.
Dan saya yakin itu adalah semacam test pembuktian terhadap keyakinan saya
Akankah ia berubah, ataukah masih tetap terpatri dengan pola yang sama
Untuk itu saya hanya ingin teriakkan: IA MASIH TETAP SAMA!
Di sini, di dada ini, semuanya akan masih tetap sama...
Dan diatas semua kuadrat cobaan ini, saya ingin buktikan kepercayaan saya terhadap "bantuan"Nya tidak lah berubah, malah semakin meninggi.
Ada kalanya Allah menginginkan saya untuk naik ke kelas lebih tinggi,
dan saya menyukai caraNya yang indah untuk memperkuat keyakinan dan kualitas keimanan yang rendah ini...
:)
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
Copasus,
Puisi..
Oleh : Cahyadi Takariawan
Kalau kamu lelah, cobalah tilawah.
Kalau kamu resah, segeralah tilawah.
Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah.
Kalau kamu susah, mulailah tilawah.
Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah.
Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah.
Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah.
Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah.
Kalau matamu basah, segera tilawah.
Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah.
Kalau hatimu patah, teruslah tilawah.
Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah.
Kalau kamu merasa gagah, jangan lupakan tilawah.
Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah.
Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.
Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.
Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.
Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.
Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.
Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.
Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah.
Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.
Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah.
Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.
Kalau ingin mengunjungi Ka’bah, lantunkan tilawah.
Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.
Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.
Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.
Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah.
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
Copasus,
info medis....
Meski keringat sering dikaitkan dengan sesuatu yang jorok, namun sebenarnya berkeringat itu menyehatkan. Apalagi keringat sendiri pada dasarnya tidak berbau. Ia akan menjadi masalah jika sudah bercampur dengan bakteri yang menumpuk di kulit ketiak. Simak 7 manfaat sehat dari keringat berikut ini.
Berikut ada beberapa manfaat sehat keringat yang perlu Anda simak:
Mencerahkan wajah
Peluh yang bercucuran di wajah bukan cuma mendinginkan tubuh tapi juga berefek pada kebersihan kulit wajah. Menurut Schlessinger, keringat di wajah akan mengurangi kotoran yang menyumbat pori-pori. Hal ini juga akan mencegah jerawat. Anda juga bisa melakukan “olahraga palsu” untuk memicu keringat dengan cara memanaskan wajah. Caranya, dekatkan wajah ke uap air panas selama tiga menit. “Menguapkan wajah merupakan salah satu cara membersihkan kulit wajah.

Mendinginkan tubuh
Berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur temperatur yang meningkat saat kita beraktivitas atau kepanasan. Keringat yang keluar akan membantu tubuh menyingkirkan panas sehingga kita tidak akan kepanasan. Karena pentingnya fungsi keringat, maka jika kita tidak bisa berkeringat akan membahayakan nyawa.
Melawan infeksi
Berkeringat ternyata sangat efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus yang resisten pada antibiotik. Selain itu berkeringat juga akan akan mengurangi bakteri dan jamur berbahaya di kulit. Dalam cairan keringat terkandung nitrit, yang akan diubah menjadi asam nitrit saat mencapai permukaan kulit, gas yang mengandung antibakteri dan antijamur.
Menyehatkan sirkulasi
Ketika kita berkeringat, detak jantung akan menjadi cepat dan sirkulasi meningkat, terutama di sekitar kulit. Dasar kelenjar keringat terletak di lapisan bawah kulit yang lokasinya sangat dekat dengan pembuluh darah kecil.
Menyembuhkan
Tahukah Anda mengapa kita berkeringat saat sedang demam? Berkeringat merupakan cara tubuh untuk membangunkan sistem imun agar melawan patogen yang membuat kita sakit. Pengeluaran keringat merupakan cara tubuh menyembuhkan dirinya sendiri.
Mengurangi asma
Jika keringat yang keluar dari tubuh Anda setelah berolahraga sangat banyak, maka risiko Anda menderita asma lebih rendah. Demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan tim dari University of Michigan.
Membuang racun
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
Nursing Diary
Hahahaha... Sebenarnya Ni nulis ini dalam keadaan setengah hati pengen ketawa, separohnya lagi kesel bin sebel.
Ok, untuk kesekian kali nya Ni jelasin lagi kepada khalayak semua : I’m a Nurse, not a Doctor!
Akhirnya masalah ini terungkit-ungkit lagi...ckckck #sigh
Dulu, ketika memulai kuliah di keperawatan, dan ketika orang-orang pada hobi nanya :
“Dari fakultas mana dek?”
“Dari Fakultas kedokteran, PSIK, ilmu keperawatan UNAND pak”
“Wah kuliah kedokteran ya, ntar jadi dokter donk!”

“Hmm... fakultasnya yang kedokteran Pak, tapi ini program studinya ilmu keperawatan”
“wahhh... Akper donk” #tampangPolos
“Bukan pak, yang sarjananya. S1” #senyumPalsu
“ooohhh... sarjana keperawatan S1 ya?? Emang ada S1 keperawatan di Unand??” #mintaDikeplak
*kemudianHening*
Asli, gondok, keki, banget ngejawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini...
Saya bingung mau ngejelasin gimana lagi, jelas-jelas udah ngebubuhin “ILMU KEPERAWATAN UNAND” ... Ya sah-sah aja donk ilmu keperawatan punya studi lanjutan di jenjang S1 dan kebetulan Universitas sekaliber Unand membuka yang namanya program studi ilmu keperawatan. Jadi gak perlu ditanyain lagi,”Emang ada ya keperawatan di Unand??” untuk kesekian kalinya saya jawab: ADA.... ADA sodara-sodara!!! *cengkramKrahBaju*
Emang sih... salah PSIK sendiri,,,, siapa suruh gak seterkenal dan sebeken FK...ya gak?? #plak!!
Walaupun masih pake embel-embel nama besar FAKULTAS KEDOKTERAN, jujur Ni berharap PSIK bisa berdiri di atas kaki sendiri alias mandiri. Yah... setidaknya seperti UI yang punya Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK).
Nah, setelah Ni menyelesaikan study S1 ini dan musti terjun ke klinik dan masyarakat untuk praktek dan mengasah keterampilan di bidang keperawatan demi sebuah pengakuan sebagai seorang Ners, lagi-lagi kisah berulang. Salah sangka itu kerap terjadi. Dan lagi-lagi Ni musti kerepotan sendiri untuk menjelaskan apa itu PSIK, apa itu Ners, Ners itu setara dengan apa, trus kenapa keperawatan ada S1 nya.... helloww.... jangankan S1, profesor aja ada ko’ di bidang keperawatan! #FYI #bukanFamer!
Apa pasal??? Lagi-lagi orang orang mengira kami adalah mahasiswa kedokteran alias co-ass yang lagi praktek.
Sebenarnya bukan salah orang-orang juga sih. Karena ketika melihat tampilan kami yang memakai seragam dinas atasan putih dan bawahan hitam, sekilas mirip dengan seragam dinas praktek co-ass dokter muda. Apalagi ada embel embel FK di nametag, lengkaplah sudah. Tanpa basa-basi atau nanya-nanya, ntuh ibu ibu udah nyapa : Eh.... Bu dokterrrr... (=..=)”
Ketika visite keluarga pasien dan enak2nya ngerumpi di teras sambil ngejawil-jawil pipi tembem anak-anak yang lagi main di sana, tiba-tiba emak nya datang dan teriak,”Adekk,,,,jangan gangguin ibu sama pak dokternya....”.
Kami kaget, dan tanpa sempat menjelaskan tuh ibu langsung nyerocos,”Bu dokter, anak saya ini dulu lahirannya agak lama... tapi dia cukup membantu pas persalinan...bla... bla....bla”
Dan kami hanya mengangguk-angguk *sambilNahanGakEnakHati* tanpa berniat untuk menjelaskan. *toh udah kehilangan mood untuk berpanjang-panjang kisah*
*Ya Alloohh... ampuni dosa Baim ya Alloh #BaimMode
Sebagai insan keperawatan, *walaupun di kisah2 kehidupan masa lampau Aini ngebet banget kepengen jadi dokter*, yahh... Ni pengennya orang orang tahu that we are nurse, and we have a different way to keep patient health...
Mungkin karena jumlah S1 dan ners di ranah Minang atau Indonesia terbilang belum cukup banyak dan seterkenal profesi dokter kali ya, but #FYI di luar negeri sono, Ners itu profesi yang cukup terkenal.
Bahkan masyarakat kita mungkin juga belum pada tau kalau di Keperawatan juga ada bidang spesialisnya, sama kayag spesialis-nya dokter, juga ada S2 magister manajemen keperawatannya, dan ada PhD of Nursing Sciencenya...
So....
Menurut Ni, orang-orang keperawatan dan terlebih lagi mahasiswa keperawatan kudu sabar-an menunggu proses ini *prosesProfesiKeperawatanLebihDikenalMaksudnya* berlangsung. Dan jangan bosan-bosan menjelaskan kepada orang-orang apa itu “ILMU KEPERAWATAN” #istigfar #SembariMenasehatiDiriSendiri
Sekian untuk postingan kali ini....
Dan setelah membaca postingan ini, jangan sekali-kali panggil saya Buk Per, Buk Dok, apalagi SUSTER!!! #ogah! #gakSudi #nahLooo.....
Terus pengennya dipanggil apaan Aini??
Pengennya dipanggil NERS!!!
#dikeplak...
Ok, sekian terimakasih
(Aini,S.Kep... calon NERS #YangGAKgaje)
0
Komentator ^^
Posted in
Labels:
Cahaya Legend,
Cuap-Cuap Aini,
Nursing Diary
Setelah mengharu biru tinggal 10 hari di panti sosial yang menampung banyak lansia, akhirnya kami dilempar ke Puskesmas daerah Nanggalo sana. Disana pun kami juga akan mencari lansia untuk dikelola selama 2 minggu ke depan.
Maksud dikelola di sini adalah untuk dilakukan pengkajian, mencari permasalahan kesehatan dan keperawatannya, untuk kemudian dirumuskan tindakan-tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mengurangi berbagai permasalahan lansia ini. Seperti yang kita ketahui bersama, semakin tua umur manusia, akan semakin banyak permasalahan kesehatan yang menghampiri. Hal ini terjadi tak lain dan tak bukan dikarenakan fungsi tubuh yang semakin melemah, dan kebanyakan merupakan akibat, manifestasi dari kebiasaan hidup yang tidak sehat sejak muda dahulu kala.

Demikianlah...
Kami ditugaskan untuk mencari dua orang lansia untuk dikaji. Dan untuk itu, kami langsung ditugasi untuk menemui kader lansia yang ada di RW yang sudah ditetapkan oleh puskesmas. Disinilah kegalauan itu terjadi. Karena tidak ada pembimbing lapangan yang menemani kami, jadilah kami secara mandiri menemui kader lansia. Dan kader lansia dengan berbaik hati memberikan kami sederet nama dan alamat lansia yang sekiranya bisa diambil sebagai pasien.
Secara berombongan dan selalu memakai prinsip “kekompakan” kami beriringan mencari alamat lansia-lansia yang suda di-list oleh kader lansia.
Jalannya?? Subhanallahh... jangan ditanya. Kompleks perumahan yang terbilang padat dengan banyak gang dan belokan. Huh, rasanya seperti sedang memutari labirin, tersesat kemana-mana demi mencari alamat yang dituju. Sudah 2 hari ini kami berputar-putar mencari pasien lansia. Dan lagi lagi demi menjunjung prinsip “kekompakan, sakit senang kita bareng-bareng, kalau lapar kita makan bareng juga”, pada akhirnya kami akan terus berjalan sampai seluruh member kelompok kami mendapatkan pasiennya masing-masing.
Tidak lantas, setiap lansia yang kami datangi mau menerima mahasiswa abal-abal seperti kami. Banyak juga yang akhirnya menolak untuk kooperatif. Padahal kami niatnya baik kan ya? Karena selama 2 minggu penuh kami akan mengontrol kesehatan beliau-beliau ini. Mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, kemudian mencari cara untuk menghilangkannya. Berbagai jenis penyuluhan juga akan kami berikan sekiranya dibutuhkan nanti. Namun apa daya, jika calon pasien tidak bersedia, maka haruslah kami mencari pasien lain yang dengan rela dan senang hati mau menerima kami yang lucu dan imut ini #hah?
Berbagai macam dan karakter lansia sudah harus kami kuasai. Seni menarik perhatian kakek-nenek itu haruslah dijalankan semaksimal mungkin. Kalau istilah orang Minang sini,”Harus pandai bapandai-pandai”. Bukan hanya nada suara dan mimik wajah yang harus kita jaga. Tetapi juga pemilihan kata dan topik pembahasan yang perlu kita angkatkan.
Kuberitahu kawan, lansia pada umumnya memang suka “ngobrol” ngalur ngidul. Apalagi jika kita sudah mengungkit riwayat masa lalu beliau, maka sedikit banyak akan mulai berkisah kesana kemari. Dan sebagai seorang anak muda, kita harus tabah dan sabar menjadi pendengar yang baik. Tidak hanya riwayat masa lampau, beliau-beliau ini juga suka banyak bertanya lo.... untuk kemudian menyambung dengan berbagai petatah-petitih terutama kejayaan masa lampau.
Ya,,, hal ini perlu kita waspadai agar tidak semakin berlarut-larut. Istilah kerennya “post power syndrom”. Tapi tidak semua lansia juga yang seperti itu. Yang tertutup, pendiam, dan ogah diganggu-ganggu juga ada. Namun begitulah... secara umum, untuk menghadapi lansia, haruslah dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian. Karena lansia juga cenderung ,”sensitif” “perasa” “emosian”, ad stuff like that. Makanya tidak jarang banyak anak yang berkonflik dengan orang tuanya ketika beliau sudah mencapai tahap lansia. Dan pada akhirnya banyak yang tega membuang orang tua nya ke panti-panti sosial karena tidak sanggup merawat ornag tuanya sendiri, seperti cerita yang pernah kutulis di postingan beberapa waktu lalu.
Hmm... ini masih sebagian kecil dari tahapan profesi yang harus kulalui kawan. Akan banyak jenis manusia yang harus kuhadapi nanti. Mulai dari bayi baru lahir, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dewasa tua, lansia, sampai manusia yang sudah meninggal dengan berbagai karakter manusia seperti pemarah, sensitif, baik, ramah,egois, judes, tidak sabaran, sampai manusia dengan gangguan jiwa! Semuanya harus kupelajari dengan baik jika dan hanya jika aku ingin menjadi seorang perawat yang profesional.
Oke Aini,,, tetap semangat! Jangan mudah putus asa! Ingat setiap batu sandungan pasti ada pemecahannya karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-hambanya yang berdoa dan bertawakal! Spirit! Ganbate ne! Chayoo! Fighting!! (*menyemangati diri sendiri)
#kos-kos-an,
By: Nur’aini, S.Kep (tamat 4 tahun 1,5 bulan!) <<<-- penting ya?? (=..=)”
Jika mereka bertanya kepadamu tentang SEMANGAT,
jawablah bahwa bara itu masih tersemat dalam dadamu!
bahwa api itu masih bersemayam dalam dirimu!
bahwa matahari itu masih terbit dalam hatimu!
bahwa letupan itu siap meledak dalam duniamu!
Katakan itu pada mereka,
Orang-orang yang ragu akan kemampuan dirimu
karena MIMPImu saat ini adalah KENYATAAN untuk esok
(Hasan al-Banna)
Selamat datang di ZonaCahayaMata, semoga bermanfaat bagi Sahabat di dunia maya untuk kemudian disebar ke dunia nyata. Arigatou Gozaimasu ^_^
Aini,Love Reading, Writing, Drawing, Design/photography enthusias, and stuff about Japan. Wanna Be An Islamic Profesional Ners!!completenya buka : http://about.me/ainicahayamata
