twitter


Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.
Source : http://brosurkilat.com


Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

“Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo


Sumber : kaskus




milkysmile
Read More..

FYI saat ini aku sedang menjalani praktek profesi keperawatan di RSJ Padang. Minggu pertama adalah dinas di poliklinik ruang anak remaja dan poli rawat jalan. Entah darimana datangnya, tetiba ada seorang pasien Jiwa yang sudah mulai sembuh datang bermain-main(?) ke ruang poli Anrem. Dan kemudian berbincang-bincang dengan salah seorang mahasiswa keperawatan di sana. Dari gestur dan gaya berbicaranya, aku sudah menduga ia salah seorang pasien di sini, walaupun tampilan berbusananya tidak sama dengan pasien umum di bangsal-bangsal.

Tanpa kuminta, mahasiswa keperawatan *yang duduk di dekatku* langsung bercerita jika pasiennya itu adalah mahasiswa juga. Sekarang sudah cukup sembuh dan ternyata dia dulunya seorang aktivis kampus.WOW! #kaget #surprise. Ia pintar, dan senang menyapa perawat dengan bahasa Arab dan Inggris. Jika ada yang tidak mengerti dengan bahasa arab yang diucapkannya, dengan senang hati akan diajarkannya.

Hari berikutnya, pasien itu kembali bermain-main ke ruang Anrem, dan demi melihat jilbabku *yangMenutupiSampaiBatasAbdomen* ia terlihat terkesima dan spontan menyapa: “Kakak ukhty ya?? Jilbabnya dalam. Khaifa haluk kak??”. Aku yang tiba-tiba disapa kontan kaget namun beberapa saat kemudian bisa menguasai keadaan. Ia mulai sok akrab bertanya aku anak forum atau bukan, kemudian tanpa ditanya ia mulai bercerita kalau dia di kampus juga aktif di Forum sebagai anggota Departemen Syiar Islam. Oh ya??? Aku mulai tertarik mengetahui kisah-kisah pengantar kenapa kemudian ia bisa masuk ke RS ini. Kami tak lagi berkomunikasi sebagai perawat dengan pasiennya, tetapi sebagai seorang kakak dan adik.

Karena dia mengatakan dulunya anggota Forum, untuk meyakinkan, aku menanyakan beberapa nama teman dan adik kelasku yang kutahu aktif juga di forum yang sama. Wew…. Dia mengenalnya sodara-sodara! Bahkan sudah menjadi teman dekat dan salah satu nama yang kukenal lewat fesbuk ternyata pernah menjadi murobbiynya. Yang menggelikan dari pertemuanku dengan pasien ini adalah ternyata kami memiliki mutual friend yang cukup kukenal di FB.

Haha… selanjutnya obrolan kami terkait masalah kegiatan forum. Sayangnya, ia sedikit memiliki waham kebesaran dan kadang suka berhayal dirinya adalah seorang tokoh pembela Islam *yangNamaNyaKulupa*. Dan tentu saja kami beramai-ramai kembali mengorientasikannya kepada realita. Hoho…

Dengan lucunya, ia mengajak berkenalan beberapa teman perempuanku dan bersalaman. Demi melihatku yang melototinya, ia meminta izin,”Gak apa-apa kan kak?” Tentu saja aku menggelang dengan arti: tidak boleh! Kemudian dia membela : “Tapi kakak ini gak tau kak” *maksudnya ia mengatakan temanku tidak tahu tentang hukum bersalaman antara laki-laki dengan perempuan itu adalah dilarang. “Tapi kamu kan tahu dan ngerti”. Hahah… tidak bisa disalahkan juga, walaupun ia seorang pasien, tetapi bagiku ia tetap seseorang yang paham agama dengan baik. Bagiku wajib untuk memperlakukan semua orang sebagai seseorang yang normal. Walaupun ia belum sembuh total, tetapi pemahaman agamanya cukup bagus.

Selanjutnya, dia yang menegurku,”Kak Aini, habiskan makanannya, mubazir lo kak!” “Ehh kakak masih Liqo’kan???” *jleb* Dia adalah pasien kedua yang membicarakan tentang Liqo kepadaku. Dulu juga pernah ada pasien yang menanyakan hal serupa gegara jilbab yang kukenakan (cek postingan INI) . Emang Hijab sesuatu yahhh ^^

Hah! Ini kejadian kesekian kalinya dalam hidupku dimana aku menemukan teman-temanku di dunia maya dengan cara yang unik di dunia nyata. Dan di RSJ ini salah satunya.

Selain dengan pasien Jiwa ini, aku juga menemukan seorang teman lain yang sempat kukenal di dunia maya melalui FB dan Blog, seorang anak Farmasi Unand yang juga dinas praktek profesi apoteker di RS ini. Pertemuan kami terbilang unik dan membuat surprise. Yah, semacam ada feeling kali ya. Kami bertemu di Mushola dan aku sempat ingin meminjam Mukenanya, melihat tampilannya, aku sudah berpikir “kemungkinan besar aku kenal nama ini orang” Yak, kenal nama doang. Maklumlah, aku juga tidak terlalu mengenal wajah sahabat-sahabat akhwat mayaku karena kalau akhwat kan jarang mamerin potho gitu yah. ;p Dan kami sebelumnya memang belum pernah bertemu.

Karena masing-masing kami sedang tidak pakai nametag, makanya belum saling sadar. Sampai akhirnya teman-teman sekelompok profesiku bersorak-sorak memanggil namaku,"Aini...Aini itu ada oleh-oleh dodol kentang,nanti ambil ya" "Aini...Aini, udah di print absen kita? Dan demikianlah… akhirnya ia duluan yang mengenaliku…

“Aini…????” *dejavu*

*kulirik nametagnya*

“wahhhhhh….ini ….“ bla bla bla…

Selanjutnya kami saling tertawa akrab, tidak menyangka ternyata telah mengenal di dunia maya. Komentarnya: "Cuma kenal Aini lewat FB dan tulisan blog eh gak taunya ketemu di sini... :D" "Diriku juga tidak menyangka teman.... Penasaran juga ingin lihat wajahmu secara langsung. Sekarang tertuntaskan sudah rasa penasaran itu"

Demikianlah… kamipun dipertemukan di tempat ini. Dramatis memang. :D Selama ini biasanya aku sering bertemu secara tidak sengaja dengan teman-teman dunia maya di agenda-agenda kampus atau walimahan, atau acara gathering teman-teman… eeehhh… ini ketemunya malah di Rumah Sakit. Rumah Sakit Jiwa lagii… sesuatu yeeee... hehehe

Ternyata benar. Dunia itu selebar layar LCD Jendral…!! :D


milkysmile
Read More..


Diary, Catatan 5 Januari 2012


Ini kisah tentang keponakan pertamaku, si Rafif Naufal Fadhillah, yang namanya sudah kutemukan sejak ia berumur 7 bulan di kandungan ibunya. Nama *yang menurutku cantik untuk ukuran bayi lelaki* ini kutemukan dari hasil penjelajahan dan “mausai-usai” buku nama-nama anak di GM (Gramedia Padang) bersama dua rekan menggajeku di GM Mbak dan Nami. Walau sempat dipelototin sama mbak-mbak yang mengawasi buku, akhirnya bisa menemukan beberapa nama cantik juga :D . Aku sendiri tidak tau kalau nama yang dipilih emaknya si Rafif ini adalah hasil pencarianku di GM sampai akhirnya kakak iparku mengatakan ini salah satu nama yang pernah kukirim ke uda via sms. ihiyyyy #bukanIniYangInginKuceritakanSebenarnya. (=..=)”


Berkat kejadian menunggu kelahiran Rafif ini, aku jadi semakin menyadari posisiku sebagai seorang wanita dan sebagai seorang sarjana keperawatan *nah lo*. Sama seperti emak dan bapaknya, aku juga turut berpusing-pusing ria (gimana gak pusing tiap sebentar Bapaknya Rafif nelfon konsul perkembangan sang istri) memikirkan proses kelahiran Rafif sampai akhirnya aku yang masih trauma dengan segala sesuatu bernama “maternitas” kembali membuka buku Obstetry karangannya Oom William untuk memastikan teori-teori yang kusampaikan ke uda *untuk menenangkan dirinya yang cemas menunggu kelahiran anak pertama* adalah teori yang benar sesuai petunjuk dari buku kedokteran.


Read More..

Assalamualaikum Wr.Wb Blogger semua.

Salam manis untuk Anda semua yang masih menyempatkan menghambur-hamburkan waktu untuk sekedar mampir di blog yang kadang hanya berisi tulisna sampah ini #jleb.

Selang beberapa waktu ini sungguh banyak kejadian berhikmah yang sebenarnya sudah sangaaatttt laaamaaa ingin kutulis dan posting disini. Tunggu… tunggu… irama “my immortal” dari HP bututku ini sungguh membuat diriku bergidik tapi kudengar saja sampai habis karena membuat mood menulis semakin baik #yak.

Oke, mungkin postingan kali ini kubuat random saja ya. Mengisahkan beberapa kejadian penting yang kelak harus kuiingat. Tidak akan kukisahkan secara detail menjadi satu satu postingan karena itu akan memakan waktu yang lama dan aku sendiri akan bosan membacanya *apalagi Anda*.

#eeehhh tetapi setelah dicoba nulis ternyata ini postingan jadi 5 lembar halaman Mc.Word…. maka terpaksalah daku akhirnya membagi menjadi beberapa Part :D

#Kisah1 Dear God, BantuanMu sungguh Nyata

*ini note ku yang sempat ditulis di Diary

Sabtu, 31 Desember

Aku berpikir hari ini dan besok akan menjadi hari ter-kere yang pernah ada selama aku hidup di Kota Padang tercinta Kujaga dan Kubela. You Know What? Uang yang tersisa di kantongku saat itu hanya 6500 rupiah sajo… Itu uang membuatku sedikit pusing memikirkan bagaimana cara membaginya sehingga aku bisa bertahan hidup sampai hari Senin pekan depan. Yah, setidaknya uang saku bulananku akan sampai di hari Selasa karena uangku akan dikirim lewat ATM adikku yang saat ini masih berlibur di kampung….. Huahh… kenapa dia harus berlibur di saat-saat seperti ini! Jadi aku kehilangan tempat untuk numpang mengemis jadinya.

Dan lagi-lagi aku hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT. Di shubuh itu aku berdoa semoga Allah mendatangkan rezekiku, mendekatkan jika ia tersimpan di darat atau laut. Ya Allah, aku kelaparan, Bantu Apa ya Allah agar kirimannya bisa sampai dengan selamat tepat pada waktunya. Sampaikan kepada Apa anaknya agak merana saat ini :(

Dan apa yang kemudian terjadi?

Sepagi itu aku sudah mendapat sarapan lontong gratis dari ibu kos. Alhamdulillah banget yah!! ^_^ Nikmat terasa karena aku memang sedang kelaparan. Uang yang tersisa akan kupergunakan untuk membeli bensin saja karena aku harus home visite ke rumah keluarga pasien. Selama dalam perjalanan ini tetiba aku sangat ingin menjadi seorang yang kaya raya, ya aku ingin mejadi KAYA. Setidaknya dengan menjadi orang kaya, aku tidak akan cemas memikirkan nasib pemenuhan kebutuhan, bisa membantu orang lain, bisa bersedekah lebih banyak, dan yang lebih penting bisa memberangkatkan haji kedua orang tuaku.

Yah… keinginan itu kali ini menjadi lebih pasti dan sedikit membuatku mengharu biru meneteskan air mata sembari menunggangi si kuda bermotor ini. Aku yakin kelak akan datang hari dimana aku yang akan memberikan sesuatu untuk kedua orang tuaku. Dan untuk saat ini, aku berharap ada seseorang yang tiba-tiba mmberiku uang gratis. 50 ribu saja cukup. Atau kalau tidak aku menemukan mobil simpan pinjam keliling yang pernah kulihat melintas di jembatan sebelum Alay dan kemudian ia menawariku uang pinjaman. Ahhrrrgghh… apa yang kupikirkan ini. Kuserahkan saja semuanya kepada Allah SWT. Aku yakin rezeki itu sudah ada. Bersabar dan tunggu saja.

FYI, beberapa jam kemudian tetiba ada yang memberikanku uang! Itu beneran uang sodara-sodara. Hehehe…. Tak perlu kuceritakan bagaimana tiba-tiba seorang Bapak yang baik hati itu menganggap aku sudah berjasa kepadanya, kemudian memberikan hadiah sebagai bentuk ucapan terimkasih kepadaku. :D Hadiah itu berbentuk selembar kertas yang walau kubenci kenapa keberadaannya kerap menimbulkan kekacauan namun terpaksa kuterima karena aku memang membutuhkannya. Aku sempat menolak berkali-kali, namun Bapak itu terus memaksa sampai akhirnya aku berpikir, "Oke, ini bukan aku yang meminta kepada si Bapak-bapak, tapi aku minta kepada Allah, dan Dia memberikannya lewat Bapak ini. Sipt, bismillah... aku terima ya Pak". Seumur-umur aku tidak terbiasa meminta uang dan menerima uang begitu saja dari orang yang belum begitu kukenal. Namun aku meyakini ini rezekiku dari Allah.

Haaaaahhhh… Kawan, aku sempat berpikir benar-benar akan terlantar selama 3 hari kedepan, namun bahkan malam itu aku mengantongi banyak makanan dan lauk pauk yang lebih dari cukup untuk kumakan sampai Senin besok. Dan catatan semua itu TANPA AKU MEMINTA-MINTA kepada orang. Semuanya diberikan begitu saja. Pada hari itu aku hanya merajuk-rajuk meminta kepada Allah, dan lewat orang-orang itulah Allah memberikan apa yang kuminta. Benar-benar detail seperti yang kuharapkan.

FYI, uangku tetiba habis bukan karena sering berfoya-foya di kota ini *apa ituh!! * tetapi karena berderet kebutuhan mendadak untuk melancarkan akademik, yang entah kenapa aku tidak mau meminta banyak dari orang tua dan mengorbankan uang saku sendiri walau dengan konsekwensi uang jajan harianku berkurang… ckckckc anak baikkk… #pukpuk

Sejak kejadian ini, keyakinanku akan pertolongan Allah semakin bertambah *ciyeeeehhh… etapi beneran looh ini, bukan sekedar untaian kata-kata “bijak” saja. Namun sudah sering kubuktikan. Di saat saat mendesak yang membuatku sesak karena tidak tahu usaha apa yang bisa kulakukan, dan kemudian aku hanya bisa terduduk mengadu sejadi-jadinya kepada Allah, pertolongan Allah itu NYATA dan benar-benar datang di saat yang tepat.

Allah sungguh baik kan?? :)

nb:

Thanks to : Ibuk Kos yang memberiku lontong super sedap untuk sarapan pagi hari, Bapak-Bapak baik hati yang tetiba memberiku uang di siang hari, dan uda yang memberiku lauk ayam goreng bumbu jatah makan malamnya untukku bawa pulang. Pagi-Siang Malam... nikmat Allah memang sesuatu yahh :D



milkysmile
Read More..

Aku, Mimpi, dan Sejumput Takdir Tuhan

Pernah di suatu ketika aku, kamu, dan kita semua berada dalam masa-masa sulit yang memberatkan.

Dimana peluh beranak pinak membasahi dahi, tangis membuncah menyeruak di kelopak mata, dan hati ketar ketir berteriak galau.

Pernah di suatu ketika aku, kamu, dan kita semua berkata dengan wajah sendu…

“Alangkah rumitnya… alangkah banyaknya rintangan….alangkah sulitnya….”

Pernah jua terlintas di benak, ”Apa aku hentikan saja perjuangan ini?”

Lalu??? Kemudian??

Kitapun saling menguatkan,”Hanya karena itu kau menyerah kawan?”

Kita saling menguatkan meski tak begitu yakin dengan kesanggupan diri dalam menghadapi selaksa badai.

Kemudian mimpi-mimpi itu datang bak cahaya mentari di lembayung senja.

Menjanjikan malam yang menyejukkan, menjanjikan sinarnya sebagai bekal untuk kemudian kembali berjuang.

Dan senyum itu kembali merekah, mengundang sejumput kekuatan untuk tidak “berhenti sampai di sini”

Kemudian sujud dan do’a menjadi hamparan pengaduan untuk mengharapkan Ridho-Nya. Meyakinkan diri terhadap kekuatanNya yang tak terbantahkan lagi…

Demikianlah perjuangan…

Bukan pada sulit, mudah, ringan, berat, bahagia, atau derita dalam menghadapinya.

Namun bagaimana aku, kamu, dan kita tetap berjalan, berjuang, mengahadapi ini semua… Demi goresan sejumput takdir Tuhan nan indah di masa depan kita semua…

“maka selama engkau masih berjalan, bersemangatlah kawan”

milkysmile
Read More..

Ada kalanya Tuhan memberikan kuadrat ujian yang lebih besar untuk saya.

Dan saya yakin itu adalah semacam test pembuktian terhadap keyakinan saya

Akankah ia berubah, ataukah masih tetap terpatri dengan pola yang sama

Untuk itu saya hanya ingin teriakkan: IA MASIH TETAP SAMA!

Di sini, di dada ini, semuanya akan masih tetap sama...

Dan diatas semua kuadrat cobaan ini, saya ingin buktikan kepercayaan saya terhadap "bantuan"Nya tidak lah berubah, malah semakin meninggi.

Ada kalanya Allah menginginkan saya untuk naik ke kelas lebih tinggi,

dan saya menyukai caraNya yang indah untuk memperkuat keyakinan dan kualitas keimanan yang rendah ini...

:)




milkysmile
Read More..

Oleh : Cahyadi Takariawan

Kalau kamu lelah, cobalah tilawah.

Kalau kamu resah, segeralah tilawah.

Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah.

Kalau kamu susah, mulailah tilawah.

Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah.

Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah.

Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah.

Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah.

Kalau matamu basah, segera tilawah.

Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah.

Kalau hatimu patah, teruslah tilawah.

Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah.

Kalau kamu merasa gagah, jangan lupakan tilawah.

Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah.

Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.

Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.

Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.

Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.

Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.

Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.

Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah.

Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.

Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah.

Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.

Kalau ingin mengunjungi Ka’bah, lantunkan tilawah.

Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.

Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.

Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.

Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah.


milkysmile
Read More..

Meski keringat sering dikaitkan dengan sesuatu yang jorok, namun sebenarnya berkeringat itu menyehatkan. Apalagi keringat sendiri pada dasarnya tidak berbau. Ia akan menjadi masalah jika sudah bercampur dengan bakteri yang menumpuk di kulit ketiak. Simak 7 manfaat sehat dari keringat berikut ini.

Berikut ada beberapa manfaat sehat keringat yang perlu Anda simak:

Mencerahkan wajah
Peluh yang bercucuran di wajah bukan cuma mendinginkan tubuh tapi juga berefek pada kebersihan kulit wajah. Menurut Schlessinger, keringat di wajah akan mengurangi kotoran yang menyumbat pori-pori. Hal ini juga akan mencegah jerawat. Anda juga bisa melakukan “olahraga palsu” untuk memicu keringat dengan cara memanaskan wajah. Caranya, dekatkan wajah ke uap air panas selama tiga menit. “Menguapkan wajah merupakan salah satu cara membersihkan kulit wajah.

Mendinginkan tubuh
Berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur temperatur yang meningkat saat kita beraktivitas atau kepanasan. Keringat yang keluar akan membantu tubuh menyingkirkan panas sehingga kita tidak akan kepanasan. Karena pentingnya fungsi keringat, maka jika kita tidak bisa berkeringat akan membahayakan nyawa.

Melawan infeksi
Berkeringat ternyata sangat efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus yang resisten pada antibiotik. Selain itu berkeringat juga akan akan mengurangi bakteri dan jamur berbahaya di kulit. Dalam cairan keringat terkandung nitrit, yang akan diubah menjadi asam nitrit saat mencapai permukaan kulit, gas yang mengandung antibakteri dan antijamur.

Menyehatkan sirkulasi
Ketika kita berkeringat, detak jantung akan menjadi cepat dan sirkulasi meningkat, terutama di sekitar kulit. Dasar kelenjar keringat terletak di lapisan bawah kulit yang lokasinya sangat dekat dengan pembuluh darah kecil.

Menyembuhkan
Tahukah Anda mengapa kita berkeringat saat sedang demam? Berkeringat merupakan cara tubuh untuk membangunkan sistem imun agar melawan patogen yang membuat kita sakit. Pengeluaran keringat merupakan cara tubuh menyembuhkan dirinya sendiri.

Mengurangi asma
Jika keringat yang keluar dari tubuh Anda setelah berolahraga sangat banyak, maka risiko Anda menderita asma lebih rendah. Demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan tim dari University of Michigan.

Membuang racun

Penelitian menunjukkan keringat mengandung berbagai komponen, termasuk metal beracun dalam jumlah kecil. Karena itu berkeringat sering disebut juga sebagai detoksikan. Dengan jumlah kelenjar keringat sampai 5 juta di kulit manusia, tak heran jika berkeringat merupakan mekanisme pembuangan racun dari tubuh.

milkysmile
Read More..


Hahahaha... Sebenarnya Ni nulis ini dalam keadaan setengah hati pengen ketawa, separohnya lagi kesel bin sebel.

Ok, untuk kesekian kali nya Ni jelasin lagi kepada khalayak semua : I’m a Nurse, not a Doctor!

Akhirnya masalah ini terungkit-ungkit lagi...ckckck #sigh

Dulu, ketika memulai kuliah di keperawatan, dan ketika orang-orang pada hobi nanya :

“Dari fakultas mana dek?”

“Dari Fakultas kedokteran, PSIK, ilmu keperawatan UNAND pak”

“Wah kuliah kedokteran ya, ntar jadi dokter donk!”

“Hmm... fakultasnya yang kedokteran Pak, tapi ini program studinya ilmu keperawatan”

“wahhh... Akper donk” #tampangPolos

“Bukan pak, yang sarjananya. S1” #senyumPalsu

“ooohhh... sarjana keperawatan S1 ya?? Emang ada S1 keperawatan di Unand??” #mintaDikeplak

*kemudianHening*

Asli, gondok, keki, banget ngejawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini...

Saya bingung mau ngejelasin gimana lagi, jelas-jelas udah ngebubuhin “ILMU KEPERAWATAN UNAND” ... Ya sah-sah aja donk ilmu keperawatan punya studi lanjutan di jenjang S1 dan kebetulan Universitas sekaliber Unand membuka yang namanya program studi ilmu keperawatan. Jadi gak perlu ditanyain lagi,”Emang ada ya keperawatan di Unand??” untuk kesekian kalinya saya jawab: ADA.... ADA sodara-sodara!!! *cengkramKrahBaju*

Emang sih... salah PSIK sendiri,,,, siapa suruh gak seterkenal dan sebeken FK...ya gak?? #plak!!

Walaupun masih pake embel-embel nama besar FAKULTAS KEDOKTERAN, jujur Ni berharap PSIK bisa berdiri di atas kaki sendiri alias mandiri. Yah... setidaknya seperti UI yang punya Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK).

Nah, setelah Ni menyelesaikan study S1 ini dan musti terjun ke klinik dan masyarakat untuk praktek dan mengasah keterampilan di bidang keperawatan demi sebuah pengakuan sebagai seorang Ners, lagi-lagi kisah berulang. Salah sangka itu kerap terjadi. Dan lagi-lagi Ni musti kerepotan sendiri untuk menjelaskan apa itu PSIK, apa itu Ners, Ners itu setara dengan apa, trus kenapa keperawatan ada S1 nya.... helloww.... jangankan S1, profesor aja ada ko’ di bidang keperawatan! #FYI #bukanFamer!

Apa pasal??? Lagi-lagi orang orang mengira kami adalah mahasiswa kedokteran alias co-ass yang lagi praktek.

Sebenarnya bukan salah orang-orang juga sih. Karena ketika melihat tampilan kami yang memakai seragam dinas atasan putih dan bawahan hitam, sekilas mirip dengan seragam dinas praktek co-ass dokter muda. Apalagi ada embel embel FK di nametag, lengkaplah sudah. Tanpa basa-basi atau nanya-nanya, ntuh ibu ibu udah nyapa : Eh.... Bu dokterrrr... (=..=)”

Ketika visite keluarga pasien dan enak2nya ngerumpi di teras sambil ngejawil-jawil pipi tembem anak-anak yang lagi main di sana, tiba-tiba emak nya datang dan teriak,”Adekk,,,,jangan gangguin ibu sama pak dokternya....”.

Kami kaget, dan tanpa sempat menjelaskan tuh ibu langsung nyerocos,”Bu dokter, anak saya ini dulu lahirannya agak lama... tapi dia cukup membantu pas persalinan...bla... bla....bla”

Dan kami hanya mengangguk-angguk *sambilNahanGakEnakHati* tanpa berniat untuk menjelaskan. *toh udah kehilangan mood untuk berpanjang-panjang kisah*

*Ya Alloohh... ampuni dosa Baim ya Alloh #BaimMode

Sebagai insan keperawatan, *walaupun di kisah2 kehidupan masa lampau Aini ngebet banget kepengen jadi dokter*, yahh... Ni pengennya orang orang tahu that we are nurse, and we have a different way to keep patient health...

Mungkin karena jumlah S1 dan ners di ranah Minang atau Indonesia terbilang belum cukup banyak dan seterkenal profesi dokter kali ya, but #FYI di luar negeri sono, Ners itu profesi yang cukup terkenal.

Bahkan masyarakat kita mungkin juga belum pada tau kalau di Keperawatan juga ada bidang spesialisnya, sama kayag spesialis-nya dokter, juga ada S2 magister manajemen keperawatannya, dan ada PhD of Nursing Sciencenya...

So....

Menurut Ni, orang-orang keperawatan dan terlebih lagi mahasiswa keperawatan kudu sabar-an menunggu proses ini *prosesProfesiKeperawatanLebihDikenalMaksudnya* berlangsung. Dan jangan bosan-bosan menjelaskan kepada orang-orang apa itu “ILMU KEPERAWATAN” #istigfar #SembariMenasehatiDiriSendiri

Sekian untuk postingan kali ini....

Dan setelah membaca postingan ini, jangan sekali-kali panggil saya Buk Per, Buk Dok, apalagi SUSTER!!! #ogah! #gakSudi #nahLooo.....

Terus pengennya dipanggil apaan Aini??

Pengennya dipanggil NERS!!!

#dikeplak...

Ok, sekian terimakasih

(Aini,S.Kep... calon NERS #YangGAKgaje)


Read More..

Setelah mengharu biru tinggal 10 hari di panti sosial yang menampung banyak lansia, akhirnya kami dilempar ke Puskesmas daerah Nanggalo sana. Disana pun kami juga akan mencari lansia untuk dikelola selama 2 minggu ke depan.

Maksud dikelola di sini adalah untuk dilakukan pengkajian, mencari permasalahan kesehatan dan keperawatannya, untuk kemudian dirumuskan tindakan-tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mengurangi berbagai permasalahan lansia ini. Seperti yang kita ketahui bersama, semakin tua umur manusia, akan semakin banyak permasalahan kesehatan yang menghampiri. Hal ini terjadi tak lain dan tak bukan dikarenakan fungsi tubuh yang semakin melemah, dan kebanyakan merupakan akibat, manifestasi dari kebiasaan hidup yang tidak sehat sejak muda dahulu kala.

Demikianlah...

Kami ditugaskan untuk mencari dua orang lansia untuk dikaji. Dan untuk itu, kami langsung ditugasi untuk menemui kader lansia yang ada di RW yang sudah ditetapkan oleh puskesmas. Disinilah kegalauan itu terjadi. Karena tidak ada pembimbing lapangan yang menemani kami, jadilah kami secara mandiri menemui kader lansia. Dan kader lansia dengan berbaik hati memberikan kami sederet nama dan alamat lansia yang sekiranya bisa diambil sebagai pasien.

Secara berombongan dan selalu memakai prinsip “kekompakan” kami beriringan mencari alamat lansia-lansia yang suda di-list oleh kader lansia.

Jalannya?? Subhanallahh... jangan ditanya. Kompleks perumahan yang terbilang padat dengan banyak gang dan belokan. Huh, rasanya seperti sedang memutari labirin, tersesat kemana-mana demi mencari alamat yang dituju. Sudah 2 hari ini kami berputar-putar mencari pasien lansia. Dan lagi lagi demi menjunjung prinsip “kekompakan, sakit senang kita bareng-bareng, kalau lapar kita makan bareng juga”, pada akhirnya kami akan terus berjalan sampai seluruh member kelompok kami mendapatkan pasiennya masing-masing.

Tidak lantas, setiap lansia yang kami datangi mau menerima mahasiswa abal-abal seperti kami. Banyak juga yang akhirnya menolak untuk kooperatif. Padahal kami niatnya baik kan ya? Karena selama 2 minggu penuh kami akan mengontrol kesehatan beliau-beliau ini. Mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, kemudian mencari cara untuk menghilangkannya. Berbagai jenis penyuluhan juga akan kami berikan sekiranya dibutuhkan nanti. Namun apa daya, jika calon pasien tidak bersedia, maka haruslah kami mencari pasien lain yang dengan rela dan senang hati mau menerima kami yang lucu dan imut ini #hah?

Berbagai macam dan karakter lansia sudah harus kami kuasai. Seni menarik perhatian kakek-nenek itu haruslah dijalankan semaksimal mungkin. Kalau istilah orang Minang sini,”Harus pandai bapandai-pandai”. Bukan hanya nada suara dan mimik wajah yang harus kita jaga. Tetapi juga pemilihan kata dan topik pembahasan yang perlu kita angkatkan.

Kuberitahu kawan, lansia pada umumnya memang suka “ngobrol” ngalur ngidul. Apalagi jika kita sudah mengungkit riwayat masa lalu beliau, maka sedikit banyak akan mulai berkisah kesana kemari. Dan sebagai seorang anak muda, kita harus tabah dan sabar menjadi pendengar yang baik. Tidak hanya riwayat masa lampau, beliau-beliau ini juga suka banyak bertanya lo.... untuk kemudian menyambung dengan berbagai petatah-petitih terutama kejayaan masa lampau.

Ya,,, hal ini perlu kita waspadai agar tidak semakin berlarut-larut. Istilah kerennya “post power syndrom”. Tapi tidak semua lansia juga yang seperti itu. Yang tertutup, pendiam, dan ogah diganggu-ganggu juga ada. Namun begitulah... secara umum, untuk menghadapi lansia, haruslah dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian. Karena lansia juga cenderung ,”sensitif” “perasa” “emosian”, ad stuff like that. Makanya tidak jarang banyak anak yang berkonflik dengan orang tuanya ketika beliau sudah mencapai tahap lansia. Dan pada akhirnya banyak yang tega membuang orang tua nya ke panti-panti sosial karena tidak sanggup merawat ornag tuanya sendiri, seperti cerita yang pernah kutulis di postingan beberapa waktu lalu.

Hmm... ini masih sebagian kecil dari tahapan profesi yang harus kulalui kawan. Akan banyak jenis manusia yang harus kuhadapi nanti. Mulai dari bayi baru lahir, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dewasa tua, lansia, sampai manusia yang sudah meninggal dengan berbagai karakter manusia seperti pemarah, sensitif, baik, ramah,egois, judes, tidak sabaran, sampai manusia dengan gangguan jiwa! Semuanya harus kupelajari dengan baik jika dan hanya jika aku ingin menjadi seorang perawat yang profesional.

Oke Aini,,, tetap semangat! Jangan mudah putus asa! Ingat setiap batu sandungan pasti ada pemecahannya karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-hambanya yang berdoa dan bertawakal! Spirit! Ganbate ne! Chayoo! Fighting!! (*menyemangati diri sendiri)

#kos-kos-an,

By: Nur’aini, S.Kep (tamat 4 tahun 1,5 bulan!) <<<-- penting ya?? (=..=)”

milkysmile
Read More..

Followers

Semoga Bermanfaat bagi Blogger semua....Jangan Lupa Datang Lagi Ya!!^^

milkysmilePhotobucketmilkysmile

Selamat Datang Di ZONA CAHAYA MATA^^

Selamat datang di ZonaCahayaMata, semoga bermanfaat bagi Sahabat di dunia maya untuk kemudian disebar ke dunia nyata. Arigatou Gozaimasu ^_^

Tentang Aini

Aini,Love Reading, Writing, Drawing, Design/photography enthusias, and stuff about Japan. Wanna Be An Islamic Profesional Ners!!completenya buka : http://about.me/ainicahayamata

'Aini